Oh Adelia, Sebuah Asa Merajut Pendidikan di Papua

"Sore itu, niat saya datang ke Kampung Maibo sebenarnya adalah hendak melihat perkembangan masjid darurat yang tengah dibangun. Setelah saya lihat ternyata belum jadi juga, saya ingin silaturahim ke rumah pak Kaida. Di depan rumahnya saya melihat bangunan baru berdiri. Itulah sekolah darurat yang sempat beliau ceritakan pada saya ketika bertemu di Kurwato dua hari lalu."

 
Poto-poto di bawah ini adalah Sekolah Dasar Al-Ma'arif 1. Sebagaimana namanya, SD ini bernaung dibawah NU. Entah sudah teregistrasi di Ma'arif pusat atau belum, saya tidak tahu. Yang jelas, SD di kampung Maibo ini didirikan dan dikelola oleh aktifis NU setempat.

Santri goes to papuaJum'at sore kemarin, 20 Januari 2017, bersama beberapa teman yang peduli pada anak-anak Papua, saya bertemu dengan dua gurunya, bapak Kaida (berbaju putih) dan bapak Usman (berjaket Sarkub). Keduanya tengah sibuk membenahi dinding belakang bangunan ketika kami datang.

Bangunan berukuran kurang-lebih 10x3 meter ini adalah bangunan darurat. Dibagi tiga ruangan untuk dua kelas di masing-masing ruangan. Maklum, bangunan sekolah mereka belum juga bisa dimulai pembangunannya. Entah kapan. Padahal anak-anak harus sudah bersekolah. "Terlebih anak-anak kelas enam kan mau ujian," kata bapak Usman yang putrinya kebetulan duduk di kelas enam.

Perlu diketahui, semenjak suku Kokoda "bedol desa" dari lahan milik Petro Cina dan menempati perumahan yang sekarang, masjid dan sekolah belum berdiri. Untuk masjid sudah dalam proses pembangunan permanen yang dilakukan oleh salah satu yayasan. Tak tanggung-tanggung, anggarannya konon 3 M. Tapi untuk sekolah masih dalam rencana yang belum jelas kapan dimulai. Karena itulah dua guru yang juga penduduk setempat situ berinisiatif membangun gedung sebisanya. Semampunya.

Sore itu, niat saya datang ke Kampung Maibo sebenarnya adalah hendak melihat perkembangan masjid darurat yang tengah dibangun. Setelah saya lihat ternyata belum jadi juga, saya ingin silaturahim ke rumah pak Kaida. Di depan rumahnya saya melihat bangunan baru berdiri. Itulah sekolah darurat yang sempat beliau ceritakan pada saya ketika bertemu di Kurwato dua hari lalu.

Akhirnya, kepada bapak Kaida dan bapak Usman, saya beranikan diri memohon ijin untuk meminjam bangunan sekolah di waktu sore hari. Setelah diijinkan, saya pun mohon bantuan lagi kepada keduanya, juga kepada bapak Sudin Simurut (kepala kampung) supaya memberitahu anak-anak kalau mulai besok minggu sore (22 Januari 2017) mereka kembali mengaji. AlhamduliLlah, beliau-beliau menyambut baik dan antusias.

Di ujung pemukiman ketika hendak pulang, saya berpapasan dengan Adelia.
"Kau mau mengaji lagi tidak?"
Kepalanya mengangguk-angguk sambil wajah senyum-senyum.
"Mulai besok hari minggu kita mengaji lagi. Mau tidak?"
"Bustamin rumahnya dibelakang. Saya panggil dulu pak ustadz."
"Tak usah. Tolong kau kasih tau aja," cegah saya waktu dia hendak beranjak.

Setelah saya kasih tau tempat mengajinya di sekolah SD mereka, anak itu pergi lari meninggalkan wajah ceria yang hingga malam ini masih membekas diingatan saya.

Meski bertempat di bangunan sekolah yang dinding dan atapnya tidak genap, juga berlantaikan tanah, saya yakin mereka tetap bisa semangat. Sebab, kelihatannya mereka sudah terbiasa senafas dengan kondisi yang demikian.

Akan tetapi, sebagai sesama warga Indonesia dan NU yang menyaksikan keadaan mereka, saya sangat miris juga malu. Tapi apa daya saya belum mampu berbuat apa-apa untuk mereka. Saya dan teman-teman dari PPM. Aswaja masih fokus pada pembangunan Asrama dan TPA di Kurwato yang notabene juga masih ada hubungan keluarga dengan mereka. Sementara teman-teman yang peduli pada anak-anak Papua yang bersama saya sore itu sedang fokus pembangunan yang sama di Usili yang juga masih suku Kokoda juga.

Meski demikian, kami tidak akan tinggal diam. Setelah Kurwato dan Usili usai, insya Allah kami akan sebisanya dan semampunya berbuat sesuatu untuk mereka. Untuk kampung Maibo yang penduduknya 100% muslim sejak berabad-abad lamanya meski disebut-sebut sebagai "Desa Mu'allaf" di jagad maya. Untuk muslim suku Kokoda yang merupakan warga Nahdliyin dan bagian dari ragam kekayaan Indonesia.
Oh, Adelia... Betapa beruntungnya anak-anak seusiamu diluar sana. Tapi tenang, Adelia. Kami tetap fokus membantu kamu dan teman-temanmu meski kami belum mampu dalam wujud materi dan mungkin jauh dari harapan orang-orang desamu. [Oleh Ustadz Agus Setyabudi, aktivis Santri Goes to Papua]

#SantriGoesToPapua #ppmAswaja #NU #muslimPapua #IslamNUsantara

COMMENTS

Name

akhlak nabi muhammad,1,ann jakarta,1,Artikel Islam,99,Asbabun Nuzul,13,bangkit NU,1,begal,1,berkat shalawat maksiat minggat,1,Biografi Habaib,1,Biografi Ulama,4,Ceritaku,47,Feature,9,festival nasyid,1,habib syech terbaru,1,hari perdamaian dunia,1,Inspirasi,12,Internasional,11,Islam di italia,1,Jadwal AlMunsyidin Pekalongan,1,Jadwal Habib Syech,8,jadwal habib syech april 2015,1,jadwal Habib Umar,1,Jadwal Kanzus Shalawat,2,Jadwal Riyadlul Jannah,1,Jadwal Shalawat,50,jadwal shalawat bulan desember,2,Jadwal Shalawat Habib Syech Bulan Februari 2016,1,jadwal shalawat november,1,Jadwal Sholawat Habib Syech Bulan Juni 2015,1,Jadwal Sholawat Habib Syech bulan Oktober 2015,1,Jadwal Sholawat Habib Syech Terbaru,2,Kabar Islam,156,Kajian Adh DhiyaaulLaami,7,Kajian Alfachriyah,19,Kajian Ar Raudhah,3,KajianAM,9,Kalam Ulama,36,Kolomtips,32,Komputer,2,lebah,1,Lintas Majelis,1,Lirik Shalawat,35,madrasah,1,majlis riyadlul jannah,2,Manajemen Organisasi,5,Meme Islami,37,Mp3 Kajian,39,MuktamarNu33,11,Nasional,39,nasyid,1,olga meninggal,1,penguat hati,54,Puasa Arafah,1,RamadhanCeria,7,Remaja Ceria,23,riyadlul jannah,1,riyadlul jannah mp3 terbaru,1,riyadluljannah,1,Safari Maulid,1,savemadrasah,1,shalat gerhana bulan,2,shalawat,1,siwak massal,1,Ta'limul Muta'alim,3,tragedi mina,1,Tugas Kuliah,2,Tulisanmu,60,Ustadz Menjawab,36,Video Kajian,2,
ltr
item
Neverblast | Media Islami Menginspirasi: Oh Adelia, Sebuah Asa Merajut Pendidikan di Papua
Oh Adelia, Sebuah Asa Merajut Pendidikan di Papua
"Sore itu, niat saya datang ke Kampung Maibo sebenarnya adalah hendak melihat perkembangan masjid darurat yang tengah dibangun. Setelah saya lihat ternyata belum jadi juga, saya ingin silaturahim ke rumah pak Kaida. Di depan rumahnya saya melihat bangunan baru berdiri. Itulah sekolah darurat yang sempat beliau ceritakan pada saya ketika bertemu di Kurwato dua hari lalu."
https://2.bp.blogspot.com/-Wlg2dlvEipE/WIQuPy8wHaI/AAAAAAAAFxY/2TWtZovx0OACGyVunx23hNkfp-yR7HZhACK4B/s320/ADELIA.png
https://2.bp.blogspot.com/-Wlg2dlvEipE/WIQuPy8wHaI/AAAAAAAAFxY/2TWtZovx0OACGyVunx23hNkfp-yR7HZhACK4B/s72-c/ADELIA.png
Neverblast | Media Islami Menginspirasi
http://www.neverblast.com/2017/01/oh-adelia-sebuah-asa-merajut-pendidikan.html
http://www.neverblast.com/
http://www.neverblast.com/
http://www.neverblast.com/2017/01/oh-adelia-sebuah-asa-merajut-pendidikan.html
true
2176911326178996937
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow Artikel Bermanfaat Silahkan bagikan terlebih dahulu, Untuk membaca Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy